Pengabdian Paguyuban PSC

Pengabdian PSC Korda Jakarta Timur

“Payuban Seno Cakti (PSC)” adalah paguyuban tempat/wadah pengabdian tanpa akhir bagi insan purnabhakti. Demikian pula Paguyuban Seno Cakti Kordinator Daerah Jakarta Timur (PSC Korda Jakarta Timur) merupakan wadah/tempat pengabidian bagi insan purnabhakti yang berdomisili di wilayah Kota Jakarta Timur. Indikasi tolok ukur eksistensi pengabdian paguyuban tercermin dalam kegiatan paguyuban itu sendiri.

Paguyuban Seno Cakti Korda Jakarta Timur untuk pertama kalinya melakukan kegiatan halal bi halal. Pelaksanaanya berlangssung pada Minggu 23 Juli 2017 M bertepatan 29 Syawal 1438 H di Kantor RW.06 Jalan Infantri KPAD Jatiwaringin, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Kota Jakarta Timur.

Pelaksanaan pembukaan halal bi halal ini diawali lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Lasasih SamiyoLagu Lansia dipimpin oleh Ny Lasasa Samiyo dan Ny Wisca. Pembukaan oleh Sekretaris Korda Jakarta Timur sebagai MC, Bapak Supardi, sambutan-sambutan dari Ketua Panitia/Ketua Paguyuban Seno Cakti Korda Jakarta Timur yang disampaikan Bapak Drs Haji Soeparmo, sambutan Penehat Paguyuban Seno Cakti Korda Jakarta Timur yang disampaikan oleh Bapak Kol (Purn) Haji Raden Dibjo Djojo Soempeno. Kemudian acara saran-saran dari hadirin untuk kemajuan PSC Korda Jakarta Timur. Dilanjutkan hiburan oleh “Wisca Entertainment” dan acara bersalam-salaman saling memaafkan, ramah tamah dan photo bersama.

Pelaksanaan ivent penting ini berkat prakarsa Bapak Kol (Purn) Haji Raden Dibyo Djojo Soempeno selaku Penasehat PSC Korda Jakarta Timur yang menginginkan diadakan halal bilhalal seiring masih dalam bulan Syawal. Beliau sponsor donasi berupa tempat dan konsumsi. Para donasi lainnya pun memberikan bantuannya.

Tujuannya sebagai sarana komunikasi, temu kangen, bersilaturahmi saling memaafkan dan bahkan ivent ini dapat menampung saran atau sesuatu yang bermanfaat dalam kerangka upaya memperkokoh persatuan dan kerukunan warga PSC Korda Jakarta Timur khususnya dan warga masyarakat umumnya.

 Pengabdian Tiada  Akhir

Sebagai implementasi pengabdian tiada akhir melalui paguyuban sebagaimana tersebut diatas, kiranya tidak berlebihan kita mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada founding father para pendiri PSC, seraya panitia/pengurus meminta maaf segala kekurangan atau kesalahan dalam mengemban tugas PSC Korda Jakarta Timur. Terselenggaranya acara halal bilhalal ini berkat prakarsa Bapak Kol (Purn) H R Djojo Soempeno selaku Penasehat Korda Jakarta Timur. Kata Ketua PSC Korda Jakarta Timur, Drs H Soeparmo mengawali sambutannya.

Dijelaskan, perkembangan PSC Korda Jakarta Timur mulai dari sejarah pendirian paguyuban, program hingga halal bi halal. Sejarah halal bi halal hanya ada di Indonesia. Istilah halal bi halal muncul pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Penggagas istilah “halal bi halal” ini adalah KH. Wahab Chasbullah. Ceritanya begini: Setelah Indonesia merdeka 1945, pada tahun 1948, Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa. Para elit politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu forum. Sementara pemberontakan terjadi dimana-mana, diantaranya DI/TII, PKI Madiun.

Kemudian Bung Karno memanggil KH. Wahab Chasbullah ke Istana Negara, untuk dimintai pendapat dan sarannya untuk mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat. Kemudian Kyai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan Silaturrahmi, sebab sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri, dimana seluruh umat Islam disunahkan bersilaturrahmi. Lalu Bung Karno menjawab, “Silaturrahmi kan biasa, saya ingin istilah yang lain”. Itu gampang, kata Kyai Wahab. “Begini, para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah ‘halal bi halal’.

Dari saran kyai Wahab itulah, kemudian Bung Karno pada Hari Raya Idul Fitri saat itu, mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturrahmi yang diberi judul ‘Halal bi Halal’ dan akhirnya mereka bisa duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa.

Sejak saat itulah, instansi-instansi pemerintah menyelenggarakan Halal bi Halal yang kemudian diikuti juga oleh warga masyarakat secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa sebagai pengikut para ulama. Jadi Bung Karno bergerak lewat instansi pemerintah, sementara Kyai Wahab menggerakkan warga dari bawah. Jadilah Halal bi Halal sebagai kegaitan rutin dan budaya Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang. Termasuk Paguyuban Seno Cakti Korda Jakarta Timur juga selenggarakan halal bi halal. jelas Soeparmo

Selanjutnya, Penasehat PSC Korda Jakarta Timur, Kol (Purn) H R Djojo Soempeno dalam sambutannya mengawali pekikan MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA. Mari kita dukung pemerintahan Presiden Jokowi agar berbagai bidang pembangunan berjalan lancar. Mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang telah merespon sehingga terlaksana acara halal bilhalal PSC Korda Jakarta Timur. Terima kasih pula atas kehadiran para mantan pejabat senior dan warga paguyuban, seraya mengucapkan selamat ‘Idul Fitri 1438 H / 2017 M Mohon maaf lahir batin, taqobalalloh Minna W Minkum Taqobalalloh Ya Kariem.

Kol (Purn) H R Djojo Soempeno menjelaskan panjang lebar semasa aktif hingga pengabdian di paguyuban PSC. Dengan legimitasi paguyuban PSC telah diakui secara resmi oleh pemerintah, berarti semakin eksis, namun semua itu tergantung peran serta seluruh angota/warga paguyuban itu sendiri. Untuk itu mari kita dukung program Paguyuban Seno Cakti, apa yang sudah baik terus ditingkatkan dan yang masih kurang perlu dipernaiki supaya menjadi lebih baik.

Hadir dalam acara tersebut dari mantan pejabat senior antara lain Bapak Kol (Purn)  J Sutardi, Bapak Kol (Purn) Haji Widoro Surono, Bapak Kol (Purn) Haji Endung Kartasantana, SE dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga kita berjumpa lagi di bulan Ramadhan (puasa) dan halal bi halal tahun depan. Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *